TITLE
is running on header
is running on header
Sep 5th
Punya jaket pelampung baru! huahahahaha… snorkel, goggle sama fin udah ada, tinggal ke laut dan nyebur aja sekarang, huahahaha
Aug 30th
Aug 28th
Apa yang bisa dinikmati di tempat wisata selain pemandangan alam atau hiburan spesialnya? Kulinernya!
Lumayan elit buat saiya buat makan yg kayak gitu, pisang coklat keju. Maklum anak kos yg harus bisa survive dengan budget seminimal mungkin tiap bulannya. Tapi ya gimana lagi, waktu itu di luar hujan deras dan resto di atas Volcano Theatre itu satu-satunya tempat berteduh yg bisa sepenuhnya melindungi dari angin dan gerimis.
Bersama seorang teman akhirnya itulah order kami; sama-sama minum teh anget, dia makan nasi goreng saya dapat pisang coklat.
Mana wisata kulinermu?
Aug 27th

Jogja Blackout
Saya lupa kapan tepatnya tapi waktu itu sore baru mulai. Selepas magrib, seingat saya. Waktu di kos santai-santai tau-tau listrik padam. Herannya, waktu lihat kanan kiri dan jalan raya di seberang sungai ternyata juga tak ada lampu jalanan yang menyala. Semua serba gelap, hanya lampu kendaraan yg terlihat berseliweran.
Segera saya ambil kamera manual FM-10 di tempat penyimpanannya. Waktu itu belum jaman saya main digital karena cari pinjaman masih susah, dan harga roll film sama cetaknya masih murah. Kalo tidak salah hunting malam itu bahkan pakai roll baru. Oh ya, sy bawa tripod juga, satu set sama kameranya yg minjam punya orang.
Di sekitaran Bunderan UGM anak-anak muda masih pada kumpul-kumpul di sekitar angkringan di depan pos polisi sambil beberapa ada yg mulai foto-foto suasana blackout total itu. Saya teringat sama Bunderan HI waktu itu, gimana ya kalo bisa ngambil gambar Bunderan UGM dari atas? Panti Rapih belum punya lantai 5 seingat saya, jadi ya tidak ada pilihan untuk ngambil foto dari atas. Setelah ngambil beberapa frame di sana saya meluncur ke Jl. Colombo ke arah Wisma MM UGM. Dulu sy pernah naik sampai ke atap itu gedung dan mengambil beberapa gambar bulp pake Lumix kantor. Tapi karena ketahuan satpamnya lalu diminta untuk turun. Gambar yg terambil adalah lalu lintas perempatan Sagan.
Lalu terus saya meluncur sampai pertigaan UNY dan ambil kiri pelan-pelan sambil lihat kiri kanan siapa tahu ada spot yg menarik. Nah, akhirnya ke utara terus sampai di perempatan Concat. Setelah belok kiri dikit sy berhenti, di depan Tiga Serangkai. Di situlah eksperimen bulp sy lakukan dengan main intuisi saja karna tidak ada timer. Untungnya masih ada tripod dan kabel rilis jadinya shot yg diambil bisa stabil. Beberapa kali kamera sy pindah posisi, mengambil gambar yg kira2 bisa menangkap frame paling lebar dari suasana perempatan ketika blackout. Saya tunggu sampai ada kendaraan melaju dari selatan berbelok ke kiri biar dapat garis lampu di foto nantinya.
Jeprat jepret jeprut akhirnya foto di atas lah yg ketika dicetak terlihat cukup artistik bagi saiya, dibanding frame yg lain yg entah under entah over. Beberapa bulan kemudian baru sy scan. Dan inilah dia “Jogja Blackout”.
Silakan memberi komentar dan masukan.
Aug 27th
iktikaf di masjid
Apa itu iktikaf?
I’tikaf, secara bahasa, berarti tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jadi, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Beri’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah saw. sangat menganjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Inilah waktu yang baik bagi kita untuk bermuhasabah dan taqarub secara penuh kepada Allah swt. guna mengingat kembali tujuan diciptakannya kita sebagai manusia. “Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu,” begitu firman Allah di QS. Az-Zariyat (51): 56.
Mengapa iktikaf?
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, “Adalah Rasulullah saw. beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah saw. beri’tikaf selama 20 hari. Para sahabat, bahkan istri-istri Rasulullah saw., selalu melaksanakan ibadah ini. Sehingga Imam Ahmad berkata, “Sepengetahuan saya tak seorang ulama pun mengatakan i’tikaf bukan sunnah.”
“I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah,” begitu kata Ibnu Qayyim.
Itulah urgensi i’tikaf. Ruh kita memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati kita butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan bertaqarub kepada Allah saw. Kita perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah saw., bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan iltizam dengan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari-hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.
More >
Aug 26th

KMP Muria

Pengecekan tiket sebelum masuk kapal (ada lagi pengecekan di atas kapal)

Close up KMP Muria

di dalam KMP Muria

lantai paling atas KMP Muria

Penjemput

gerbang selamat datang di pelabuhan Karimunjawa

jalanan di Karimunjawa
Aug 26th
Wisatawan yg datang dengan KMP Muria akan tiba di Pelabuhan Karimunjawa pada sore di hari yg sama, biasanya jam 3 atau lebih dikit. Akan ada banyak orang yg sudah menunggu di dermaga, biasanya orang-orang setempat yg menjemput saudaranya yg baru datang membawa belanjaan dari Jepara. Tak sedikit juga orang2 pariwisata, entah guide entah pemilik vila yg menjemput tamunya.
Kalau anda baru pertama kali datang, tenang saja jangan bingung. Kecamatan Karimunjawa yg jadi sentral kehidupan orang di sana terletak hanya sekitar 15 menit jalan kaki menuju keluar pelabuhan dan hanya ada satu jalan. Berjalanlah ke sana dan di kanan kiri nanti anda akan menemukan banyak penginapan murah, tarif mulai dari 60ribuan per malam untuk satu kamar.
Jalanan sudah aspal dengan tidak begitu banyak pohon yg bisa jadi peneduh di sepanjang jalan. Siang hari di sekitar kecamatan akan terasa panas sekali.
Tentang makanan, banyak warung yg menjajakan makanan dengan tarif yg juga normal-normal saja. Katakanlah satu kali makan dengan ikan dan minum es teh seharga Rp.7ribu, normal bukan? Tidak terlalu menguras kantong.
Ohya, kembali sebentar ke pelabuhan tadi: Kalau anda mau ke Wisma Apung nanti sudah ada kapal tersendiri yg akan menjemput Anda di sana. Tidak perlu jalan ke luar pelabuhan.
Yg jadi andalan wisata Karimunjawa tentu saja wisata bawah airnya dan pantai. Cek di peta wisata yg saya posting sebelumnya, di sana ada penjelasan apa saja kira-kira wisata yg ditawarkan Karimunjawa. Tapi kalau anda bawa kendaraan sendiri, ada hal-hal menarik yg bisa dieksplorasi di daratan pulau indah ini.
Ada perkampungan pembuat perahu, ada perkampungan bugis dengan rumah panggungnya, ada perkampungan madura, dan di lingkar sebaliknya ada perkampungan yg dikelilingi oleh bukit-bukit yg sulit sekali mencapainya.
Aug 26th

HOW TO GET THERE
JALUR JEPARA
Saya asumsikan perjalanan dimulai dari Jogja, kalau pakai bis maka:
Jogja-Semarang (berhenti di terminal Semarang. Fare: 19ribu. Trip: 3.5-4 jam)
Semarang-Jepara (berhenti di terminal Jepara. Fare: 11ribu. Trip: 2 jam)
Terminal Jepara-Pelabuhan Kartini: Jalan kaki sktr 20 menit. Becak 10rb.
Kalau pake vespa/kendaraan roda dua lain:
Jogja-Muntilan-Magelang-Secang-Ambarawa-Bawen-Ungaran-Semarang-Demak-Trengguli-Welahan-Purwogondo-Pecangaan-Ngabul-Jepara
Bensin vespa saiya, super 66, habis 25ribu one way. Biasanya 5 jam sampai kalau jalan terus. Tapi belakangan saiya kebiasaan jalan malam dan menempuh lebih lama. Dari Jogja habis isya’, sampai di Genuk (di antara Semarang-Demak) sebelum tengah malam, istirahat di POM Bensin sampai subuh, jalan lagi habis subuh non-stop ke Jepara (tinggal dua jam lagi sih).
Mobil juga mengikuti jalur ini, sama persis. Terakhir pakai Xenia dari Muntilan ke Jepara PP bensin habis 120rb dengan AC hanya sesekali nyala.
Pelabuhan kapal yg menuju ke Karimunjawa terletak satu lokasi dengan Pantai Kartini, salah satu obyek wisata utama Kabupaten Jepara. Keduanya hanya dipisahkan oleh pagar kawat yg ada celahnya cukup untuk keluar masuk orang tapi tidak kendaraan.
Ada dua jenis kapal, yg satu ferry KMP Muria (6 jam perjalanan, tiket ekonomi @30.500) dan kapal cepat KMP Kartini (3 jam perjalanan, 80 ribu, kalo g salah).
KMP Muria jalan hampir setiap hari tapi berseling: Senin berangkat dari Jepara ke Karimun, Selasa bertolak dari Karimun ke Jepara. Begitu seterusnya kecuali Jumat, libur.
Jadi dari Jepara: Senin, Rabu, Sabtu
Dan dari Karimun: Selasa, Kamis, Minggu
Sedangkan KMP Kartini tidak setiap saat mampir ke Jepara, karena trayek utamanya adalah Semarang-Karimun. Mampir Jepara hanya satu kali dalam dua minggu.
JALUR SEMARANG
Pakai bis:
Sesampai di terminal tanya yg ke jurusan Pelabuhan
Pakai motor:
Setelah masuk Semarang tanya orang arah menuju pelabuhan. Yg belum tahu disarankan tanya aja karena jalur dalam kota semarang cukup berbelit.
Kalau pakai pesawat:
Dari manapun Anda silakan menuju Bandara A Yani Semarang dulu. Dari sana ada ticketing khusus untuk pesawat yg menuju ke Karimunjawa oleh operator Kura-kura Aviation.
FYI, pesawat ini biasanya khusus untuk tamu-tamu Kura Kura Resort, sebuah resort mewah yg dikelola oleh orang Itali. Untuk rate pesawat cek di sini.
TIPS and THINGS
- Ticketing KMP Muria dari Jepara mulai jam 06.00 WIB hari yg sama, tidak bisa booking kecuali (mungkin) bisa menghubungi petugas langsung
- Di ticketing akan ditanyai nama penumpang. Untuk rombongan akan lebih mudah kalau satu orang menuliskan nama seluruh anggota rombongan dan tinggal menyerahkan daftar nama itu ketika membeli tiket
- Kapal berangkat jam 09.00 WIB, tidak harus jam 06.00 sih cari tiketnya. Jam 07.00 juga masih bisa, kecuali pada peak seasons seperti musim liburan dan lebaran. Be the first kalau pada peak seasons tersebut atau anda akan kehabisan tiket dan ga bisa berangkat hari itu
- Trip is six hours! Jangan malu untuk bawa bekal makan siang, snack dan minuman selama perjalanan karena 6 jam di atas kapal yg jalan terus non-stop di tengah terik matahari yg bikin anda selalu berkeringat bakal membutuhkan makanan dan minuman lebih sebagai imbangannya
- Ada kantin di atas kapal, ada minuman dingin, mi, snack dan nasi goreng, harga normal + 500 rupiah
- Kalau mau hemat bawalah matras/alas duduk sendiri, in case mau lesehan di lantai. G mungkin kan duduk terus di atas kursi plastik 6 jam?
- Ada kelas VIP, biaya 60rb, full AC. Tapi pun nanti tetap terasa panas di dalamnya
- Ada TV di tiap ruang penumpang. Kadang sinyal putus kalau lagi gangguan
- Mushola ada di lantai paling atas, sekaligus tempat wudhunya
- Bawa hiburan sendiri untuk killing time
- Have fun!
Aug 25th
Ini teman-teman INCULS yg mau perform dalam sebuah penutupan program. Cantik kan?